seperti conan


seperti Shinichi Kudo dan Ran Mouri :)
Barusan selesai baca komik favorit, atau lebih tepatnya satu-satunya komik yang saya baca, yaitu detective conan edisi 61. Seperti biasa, ceritanya menarik dan nggak ngebosenin sama sekali. Yang paling penting juga, komik kali ini saya dapet penuh perjuangan gara-gara nyaris keabisan. Maklum, uda terbit dua bulan lalu, tapi baru ada waktu buat beli minggu ini.

Saya lagi nggak pengen mengulas tentang ceritanya secara keseluruhan, karena itu bisa dibaca sendiri dan hanya perlu sedikit konsentrasi biar bisa paham. Kali ini, saya pengen sedikit nyeritain tentang romantisme dalam komik ini. Menarik kan, karena nggak cuma perlu otak untuk menangkap sisi minoritas macam masalah masalah cinta dalam komik detektif yang dijejali kasus dan konflik.

Keinginan mengulas romantisme ini timbul tepat ketika saya selesai mambaca komik ini, di halaman terakhir, dalam dialog conan alias shinichi yang berbicara satu arah dengan dirinya sendiri.

Pernah ngamatin nggak, sih ? Kalo cinta yang ada di antara shinichi kudo dan ran mouri itu sweet banget.. :)

Kehebatan pertama datang dari seorang cewek bernama Ran Mouri. Iya, cewek yang jago beladiri ini digambarkan sangat mencintai Shinichi Kudo. Dilihat dari ekspresi degup jantungnya ketika shinichi menelepon, rona wajahnya waktu menanggapi guyonan Sonoko yang menyinggung tentang shinichi, bahkan dari sekilas senyum yang tampak tipis ketika membaca email dari orang kesayangannya itu.
Hebatnya ran bisa menjaga komitmen.
Komitmen dengan siapa ? dengan Shinichi ? bukan. Sadar atau tidak, Shinichi dan Ran tidak pernah berkomitmen menyatakan saling mencintai satu sama lain. Berkomitmen bahwa mereka saling memiliki, yah gampangnya jadian lah.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgdxg5D7QrLyDhs8kihATYoTnvAlxt6DIf_qJ2EWKyC3MitfHeQJft7O3SMpFtSUaK8spl-SrnoTA-fRTN8gzCQfNMEoc2p9hpceCtUi6aMmsSxmp3VuO4o0LYyQaQDwn7_TbbPXeN5GnI/s320/Shinichi+%2526+Ran.jpe.jpeg
Ran mampu menjaga komitmennya dengan Ran Mouri, yaitu dirinya sendiri. Jangan keburu menyepelekan, komitmen dengan diri sendiri justru kerapkali lebih sulit dilakukan. Kenapa ? Berkomitmen dengan diri sendiri lebih rawan untuk dilanggar. Tidak ada yang tahu di luar, konsekuensi sosial tidak ada, dan manusia cerderung lebih permisif terhadap dirinya sendiri. Namun yang terjadi pada Ran adalah sebaliknya. Dia mampu menjaga perasaannya untuk Shinichi. Bukan membenamkan rasa tapi membiarkan rasa itu indah dalam diamnya, sampai waktunya tiba. Menjaga dirinya untuk seseorang yang dia bahkan tak tahu keberadaannya. Menjaga pengharapan untuk satu-satunya orang yang dia yakin akan menjaga dirinya pula untuk suatu saat datang dan menginginkan Ran menjadi satu-satunya wanita yang menemani hidupnya.

Kemudian Shinichi Kudo. Cowok ganteng idola saya sejak dulu ini (setelah Mamoru di Sailormoon, hahaha) juga punya rasa cinta yang hebat dan manis. Seperti yang sudah saya bilang sebelumnya di bagian Ran, bahwa mereka tak pernah berkomitmen apapun, Shinichi juga punya komitmen yang bagus dengan dirinya sendiri.
Tapi yang paling menonjol adalah, caranya mencintai Ran dengan indah. Shinichi mencintai dengan sepenuh hati, sangat melindungi, tanpa diketahui padahal setiap hari dia berada begitu dekat dengan orang yang dia cintai.
Bisa saja dia katakan bahwa Conan Edogawa itu tak lain adalah dirinya. Agar Ran tahu bahwa sesungguhnya Shinichi selalu menjaganya, jelas-jelas mencintainya dalam jarak sedekat itu. Tapi Shinichi bukan tipe orang  egois. Dia tidak mengabaikan keselamatan Ran, karena terlalu berbahaya jika nantinya Ran juga ikut-ikutan diincar oleh orang-orang dari organisasi hitam..


huaaahh
Nggak berhenti saya mengagumi dua orang ini.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwM8LPyUlMPy8qfB9bNQS57hKRUQ1O9QvokhfTm9CTog1H9TkwICybM4AUE4r5IzOOyWPZ099FU7FyfGk_XCF-b6bELN9I2uT7qKAHpguc_IAIyEQvFtxUIH9Gl3oaNuWK1V4hzIudxiI/s320/472-43.jpg
Kiranya wawasan saya mengenai kosakata dan cara penyampaian masih jauh dari sempurna. Pun perasaan yang mungkin agak lebay atau malah kurang peka untuk mengambil makna-makna tersembunyi dari sesuatu (dalam hal ini cerita conan, :p).



Yang jelas,, dialog satu arah ini, sangat manis :)

sejujurnya, itu benar sih. jujur saja aku nggak ingat apa yg kukatakan waktu itu. pikiranku panik. dan aku terus memikirkan penyelamat lincah ini dengan sepenuh hatiku.. aku harus mati-matian melindunginya.. (Conan Edogawa, Shinichi Kudo)

Posting Komentar untuk "seperti conan"