MAKALAH TENTANG PENELITIAN PENDIDIKAN



MAKALAH TENTANG PENELITIAN PENDIDIKAN - Pеnеlіtіаn Pendidikan adalah реnеlіtіаn yang dіlаkukаn dаlаm bіdаng реndіdіkаn уаng menggunakan tеоrі-tеоrі dаrі bеrbаgаі disiplin іlmu sehingga ѕеhіnggа dі dalamnya mеmuаt bеrbаgаі tеоrі, kоnѕер, рrіnѕір, dаn mеtоdоlоgі реnеlіtіаn. Tujuan dаrі реnеlіtіаn іlmіаh аdаlаh untuk menemukan, mеrеvіѕі, аtаu menguji teori-teori іlmіаh agar tеоrі-tеоrі іtu menjadi lebih аndаl. Tеtарі реnеlіtіаn ilmiah іnі tіdаk hanya dilakukan untuk саbаng-саbаng іlmu pengetahuan аlаmіаh (natural sciences) nаmun bеrlаku untuk ѕеmuа ilmu lаіn tеrmаѕuklаh ilmu реndіdіkаn. 
A.        Latar Belakang
Pengetahuan berawal dari kekaguman manusia akan alam yang disaksikannya melalui panca indera. Oleh sebab kekaguman itu, maka manusia pada tahap selanjutnya mulai bertanya-tanya, timbul dalam dirinya sebuah rasa keingintahuan yang sangat kuat untuk mendapatkan penjelasan tentang semua yang diinderanya tadi, yaitu sesuatu yang mengagumkan dari alam raya ini.
Pada perkembangannya, untuk memenuhi dan memuaskan rasa ingin tahunya itu manusia mulai melakukan beberapa upaya, mulai dari yang paling sederhana yang biasa disebut dengan cara mendapatkan pengetahuan secara tradisional, sampai ke yang paling kompleks yang biasa disebut dengan mendapatkan pengetahuan secara modern.
Dewasa ini upaya untuk mendapatkan pengetahuan sudah sampai pada cara yang modern, yang biasa indentik dengan pendekatan ilmiah. Di dalamnya sudah diatur tahap-tahap serta aturan-aturan sistematis untuk sampai pada pengetahuan yang tepat dan benar.
Namun, sebelum itu semua, sebelum memasuki tahap-tahap dan aturan-aturan itu, alangkah lebih baiknya untuk mengetahui konsep dasarnya terlebih dahulu. Karena untuk mendapatkan pengetahuan itu perlu penelitian, maka konsep dasarnya juga disebut dengan konsep dasar penelitian. Dan di dalam pembahasan kali ini, akan dibahas secara jelas dan singkat tentang hal tersebut.
Satu lagi, karena dalam hal ini lebih fokus pada bidang pendidikan, maka secara otomatis akan dikaitkan dengan pendidikan itu sendiri.

B.         Rumusan Masalah
1.      Apa itu proposal penelitian pendidikan ?
2.      Apa instrument dalam penelitian pendidikan ?
3.      Apa itu analisa dalam penelitian pendidikan ?



C.        Tujuan
1.      Memahami proposal penelitian pendidikan.
2.      Mengetahui apa saja instrument dalam penelitian pendidikan.
3.      Memamhami  analisa dalam penelitian pendidikan




























BAB II
PEMBAHASAN

A.   Proposal Penelitian Pendidikan
Secara umum  penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Cara ilmiah berarti kegiatan penelitian itu didasarkan pada ciri-ciri keilmuan yaitu, rasional, empiris dan sistematis. Rasionalberarti kegiatan penelitian itu dilakukan dengan cara-cara yang masuk akal. Empiris yaitu cara-cara yang dilakukan dapat diamati oleh indera manusia. Sistematisi artinya proses yang digunakan dalam penelitian itu menggunakan langkah-langkah tertentu yang bersifat logis. Data yang diperoleh melalui penelitian itu adalah data empiris (teramati) yang mempunyai kriteria tertentu yaitu valid. (Sugiyono: 2010, 1)
Metode penelitian pendidikan dapat pula diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu pengetahuan tertentu sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan.

B.     Tujuan, Fungsi, dan Pentingnya Penelitian Pendidikan
Setiap penelitian yang dilakukan pasti mempunyai tujuan, fungsi dan kepentingan di dalamnya. Seperti yang sudah dipaparkan oleh Zainal Arifin bahwa tujuan, fungsi dan pentingnya penelitian, khususnya penelitian pendidikan adalah sebagai berikut: (Zainail Arifin: 2012, 5-8)
1.      Tujuan Proposal Penelitian Pendidikan
Tujuan penelitian harus dirumuskan dengan jelas, tegas dan terperinci dalam bentuk pernyataan serta menunjukkan adanya suatu hal yang harus dicapai setelah penelitian tersebut selesai dilaksanakan.
Tujuan umum penelitian pendidikan adalah untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, konsep, prinsip, dan generalisasi tentang pendidikan, baik berupa teori maupun praktik. Secara umum, tujuan penelitian dapat dibagi dua, yaitu:
a.       Tujuan eksploratif, yaitu untuk menemukan teori-teori atau masalah-masalah baru dalam bidang pendidikan.
b.      Tujuan pengembangan, yaitu untuk mengembangkan ilmu (pendidikan) yang telah ada. Penelitian dilakukan untuk mengembangkan atau memperdalam ilmu pendidikan yang telah ada.
c.       Tujuan verifikasi, yaitu untuk menguji kebenaran dari suatu ilmu (pendidikan) yang telah ada. Data penelitian yang diperoleh digunakan untuk membuktikan adanya keraguan terhadap informasi atau ilmu pendidikan tertentu.
2.       Pentingnya penelitian
Ada beberapa alasan mengapa penelitian pendidikan dianggap penting, yaitu:
a.       Pendidik akhirnya dapat memahami dan menganalisa masalah-masalah pendidikan secara kontinu dan dapat membuat keputusan secara professional.
b.      Kelompok pembuat kebijakan di luar lembaga pendidikan, seperti lembaga legislative telah mengamanatkan perangkat perundang-undangan untuk melakukan perubahan sistem pendidikan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
c.       Ulasan tentang hasil penelitian pendidikan tentu akan banyak memberikan manfaat bagi pengembangan pendidikan di masa depan.
C.    Karakteristik Proposal  Penelitian Pendidikan
McMillan dan Schumacher (2001) mengemukakan karakteristik penelitian pendidikan adalah “objektivitas, ketepatan, verifikasi, penjelasan, empiric, logis, dan kondisional”. (Zainail Arifin: 2010, 3-4)
1.      Objektivitas. Secara sederhana objektivitas dapat berarti tidak bias, berpikir terbuka, dan tidak subjektif. Objektivitas penelitian menunjukkan kepada dua hal pokok, yaitu objektivitas prosedur penelitian dan sifat objektivitas penelitian. Objektivitas prosedur penelitian mengacu pada langkang pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi. Artinya, pada ketiga langkah ini, penelitian harus menunjukkan sikap yang objektif. Objektivitas juga merujuk kepada mutu data yang dihasilkan.
2.      Ketepatan. Ketepatan di sini maksudnya adalah ketepatan bahasa yang digunakan dalam penelitian. Bahasa penelitian bukan bermaksud untuk membinggungkan pembaca, tetapi memberikan arti dan makna. Validasi dan reliabilitas dalam pengukuran, desain penelitian, sampel acak, dan signifikasi statistik merupakan istilah-istilah teknis dalam pendekatan penelitian kuantitatif. Begitu juga komparasi konstan dan reflekdits merujuk pada pendekatan penelitian kualitatif. Ketepatan bahasa menunjukkan studi dilakukan secara akurat, sehingga hasilnya dapat direfleksi atau dikembangkan lebih lanjut dan digunakan secara benar.
3.      Verifikasi. Hasil-hasil penelitian pendidikan dapat diverifikasi atau direvisi untuk penelitian selanjutnya. Verifikasi dapat dilakukan dengan cara yan berbeda bergantung pada kegunaan studinya. Jika suatu penelitian menguji teori, kemudian menguji kelompok atau kondisi lainnya, maka dapat dilakukan verifikasi terhadap teori atau merevisi teori.
4.      Penjelasan singkat. Penelitian pendidikan mencoba menjelaskan hubungan antar fenomena. Tujuannya untuk mengurangi kenyataan yang terlalu rumit menjadi pnjelasan-penjelasan singkat dan sederhana. Teori merupakan suatu penjelasan yang memperkirakan dan dapat diuji untuk pembuktian, bahkan dapat diselidiki lebih lanjut.
5.      Empirikisme. Penelitian pendidikan ditandai oleh adanya sikap dan pendekatan empirik. Empirik mengandung arti dilakukan dan dibuktikan melalui pengalaman dilapangan, ukan dengan cara rekayasa.
6.      Penjelasan logis. Semua jenis penelitian pendidikan memerlukan penjelasan dan penalaran logis, yaitu berpikir dengan menggunakan aturan logis., baik secara deduktif maupun induktif.
7.      Simpulan kondisional. Sering terjadi miskonsepsi dalam penelitian pendidikan, dimana simpulan dijadikan ukuran kebenaran mutlak. Padahal simpulan itu sifatnya kondisional mungkin benar mungkin kursng atau tidak benar.







B. INSTRUMEN DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN
Instrumen penelitian adalah semua alat yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu masalah. Instrumen penelitian dapat diartikan pula sebagai alat untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan data-data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu persoalan atau menguji suatu hipotesis. Jadi semua alat yang bisa mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto (2000:134), instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang  dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut   menjadi sistematis dan di permudah olehnya.
Ibnu Hadjar (1996:160) berpendapat bahwa instrumen merupakan alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan informasi kuantitatif tentang variasi karakteristik variabel secara objektif.  Instrumen pengumpul data menurut Sumadi Suryabrata (2008:52) adalah alat yang digunakan untuk merekam-pada umumnya secara kuantitatif-keadaan dan aktivitas atribut-atribut  psikologis. Atibut-atribut psikologis itu secara teknis biasanya digolongkan menjadi atribut kognitif dan atribut non kognitif. Sumadi mengemukakan bahwa untuk atribut kognitif,perangsangnya adalah pertanyaan. Sedangkan untuk atribut non-kognitif, perangsangnya adalah  pernyataan.
Dari beberapa pendapat ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa instrumen penelitian adalah alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan informasi kuantitatif tentang variabel  yang sedang diteliti.

a.      Instrumen Penelitian Untuk Penelitian Kualitatif
Satu-satunya instrumen terpenting dalam penelitian kualitatif adalah peneliti itu sendiri. Peneliti mungkin menggunakan alat-alat bantu untuk mengumpulkan data seperti tape recorder, video kaset, atau kamera. Tetapi kegunaan atau pemanfaatan alat-alat ini sangat tergantung pada peneliti itu sendiri.
Oleh karena dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri,  maka peneliti harus “divalidasi”. Validasi terhadap peneliti, meliputi; pemahaman metode penelitian kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti untuk memasuki objek penelitian -baik secara akademik maupun logiknya- (Sugiono,2009:305).
Peneliti kualitatif sebagai human instrumen berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, melakukan pengumpulan data, menilai kualitas data, analisis data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya (Sugiono,2009:306).
Peneliti sebagai instrumen atau alat penelitian karena mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.      peneliti sebagai alat peka dan dapat bereaksi terhadap segala stimulus dari lingkungan yang harus diperkirakannya bermakna atau tidak bagi penelitian,
2.       peneliti sebagai alat dapat menyesuaikan diri terhadap semua aspek keadaan dan dapat mengumpulkan aneka ragam data sekaligus,
3.      Tiap situasi merupakan keseluruhan artinya tidak ada suatu instrumen berupa test atau angket yng dapat menangkap keseluruhan situasi kecuali manusia,
4.      Satu situasi yang melibatkan interaksi manusia tidak dapat dipahami dengan pengetahuan semata dan untuk memahaminya, kita perlu sering merasakannya, menyelaminya berdasarkan pengetahuan kita,
5.      Peneliti sebagai instrumen dapat segera menganalisis data yang diperoleh. Ia dapat menafsirkannya, melahirkan hipotesis dengan segera untuk menentukan arah pengamatan, untuk mentest hipotesis yang timbul seketika,
6.      Hanya manusia sebagai instrumen dapat mengambil kesimpulan berdasarkan data yang dikumpulkan pada suatu saat dan menggunakan segera sebagai balikan untuk memperoleh penegasan, perubahan, perbaikan atau perlakuan (Sugiono 2009: 308).
.                  Peneliti harus memiliki cukup kesabaran untuk mengikuti dan mencatat perubahan-perubahan yang terjadi pada subjek yang ditelitinya. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian dianggap selesai jika kesimpulan telah diambil dan hipotesis telah diketahui statusnya, diterima atau ditolak. Tetapi peneliti kualitatif harus siap dengan hasil penelitian yang bersifat plural (beragam), sering tidak terduga sebelumnya, dan sulit ditentukan kapan selesainya. Ancar-ancar waktu tentu bisa dibuat, tetapi ketepatan jadwal (waktu) dalam penelitian kualitatif tidak mungkin dicapai seperti dalam penelitian kuantitatif.



b.      Instrumen Penelitian Untuk Penelitian Kuantitatif
Jika dalam penelitian kualitatif, instrumen penelitian adalah penelitinya sendiri, maka dalam penelitian kuantitatif, instrumen harus dibuat dan menjadi perangkat yang "independent" dari peneliti. Peneliti harus mampu membuat instrumen sebagus mungkin, apapun instrumen itu.
Pada umumnya instrument penelitian dalam penelitian kuantitatif terbagi dua yakni tes dan non tes. 
Tes sebagai instrument penelitian adalah suatu alat yang berisi serangkaian soal-soal yang harus dijawab oleh responden untuk mengukur suatu aspek tertentu, sesuai dengan tujuan penelitian Selain tes, terdapat instrumen berupa nontes, seperti skala sikap atau daptar pernyataan untuk digunakan bagi peneliti yang menggunakan teknik pengumpulan data jenis angket, pedoman wawancara untuk peneliti yang menggunakan teknik intervieu atau wawancara, pedoman observasi untuk peneliti yang menggunakan teknik observasi, dan lainnya. 
Skala bertingkat (ratings) adalah suatu ukuran subyaktif yang dibuat berskala. Walaupun skala bertingkat ini menghasilkan data yang kasar, tetapi cukup memberikan informasi tertentu tentang program atau orang. Intrumen ini dapat dengan mudah menberikan gambaran penampilan, terutama panampilan di dalam orang menjalankan tugas, yang menunjukan frekuensi munculnya sifat-sifat.
Pedoman wawancara berisi sebuah daftar pertanyaan yang mungkin akan diajukan kepada responden. Sedangkan pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin timbul dan akan diamati.

c.       Langkah-Langkah Menyusun Instrumen Dailam Penelitian Pendidikan
Iskandar (2008: 79) mengemukakan enam langkah dalam penyusunan instrumen penelitian, yaitu :
1.       Mengidentifikasikan variabel-variabel yang diteliti.
2.       Menjabarkan variabel menjadi dimensi-dimensi
3.       Mencari indikator dari setiap dimensi.
4.       Mendeskripsikan kisi-kisi instrument
5.       Merumuskan item-item pertanyaan atau pernyataan instrument
6.       Petunjuk pengisian instrumen.
  C. ANALISIS DATA PENELITIAN PENDIDIKAN
Data ialah bahan mentah yang perlu di olah sehingga menghasilkan informasi atau keterangan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang menunjukkan fakta. Sementara perolehan data seyogyanya relevan, artinya data yang ada hubungannya langsung dengan masalah penelitian.
Analysis is process of resolving data into its constituent component to reveal its characteristic elements and structure.[1] Analisa data berasal dari gabungan dari dua buah kata yaitu “analisis” dan “data”. Analisis merupakan evaluasi dari sebuah situasi dari sebuah permasalahan yang dibahas, termasuk didalamnya peninjauan dari berbagai aspek dan sudut pandang, sehingga tidak jarang ditemui permasalah besar dapat dibagi menjadi komponen yang lebih kecil sehingga dapat diteliti dan ditangani lebih mudah, sedangkan data adalah fakta atau bagian dari fakta yang mengandung arti yang dihubungkan dengan kenyataan, simbol-simbol, gambar-gambar, kata-kata, angka-angka atau huruf-huruf yang menunjukkan suatu ide, obyek, kondisi atau situasi dan lain-lain.[2]
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.[3]
Menurut Lexy Y. Moleong menjelaskan bahwa analisis data adalah proses mengatur urutan data, mengorganisasikanya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar.[4] Analisis data sebagai proses yang merinci usaha secara formal untuk menemukan tema dan merumuskan hipotesis (ide) seperti yang disarankan dan sebagai usaha untuk memberikan bantuan dan tema pada hipotesis. Jika dikaji, pada dasarnya definisi pertama lebih menitikberatkan pengorganisasian data sedangkan yang ke dua lebih menekankan maksud dan tujuan analisis data. Dengan demikian definisi tersebut dapat disintesiskan bahwa analisis data merupakan  proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data.[5]
a.      Jenis – jenis Analisis Data
Analisis dalam penelitian merupakan bagian dalam proses penelitian yang sangat penting, karena dengan analisa inilah data yang ada akan nampak manfaatnya terutama dalam memecahkan masalah penelitian dan mencapai tujuan akhir penelitian.[6]  Data yang belum dianalisis masih merupakan data mentah. Dalam kegiatan penelitian, data mentah akan memberi arti, bila dianalisis dan ditafsirkan.
Dalam rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu :
1.       Data bermuatan kualitatif
Data bermuatan kualitatif disebut juga dengan data lunak. Data semacam ini diperoleh melalui penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, atau penilaian kualitatif. Keberadaan data bermuatan kualitatif adalah catatan lapangan yang berupa catatan atau rekaman kata-kata, kalimat, atau paragraf yang diperoleh dari wawancara menggunakan pertanyaan terbuka, observasi partisipatoris, atau pemaknaan peneliti terhadap dokumen atau peninggalan. Untuk memperoleh arti dari data semacam ini melalui interpretasi data, digunakan teknik analisis data kualitatif.
2.       Data bermuatan kuantitatif
Keberadaan data bermuatan kuantitatif adalah angka-angka (kuantitas), baik diperoleh dari jumlah suatu penggabungan ataupun pengukuran. Data bermuatan kuantitatif yang diperoleh dari jumlah suatu penggabungan selalu menggunakan bilangan cacah. Contoh data seperti ini adalah angka-angka hasil sensus, angka-angka hasil tabulasi terhadap jawaban terhadap angket atau wawancara terstruktur. Adapun data bermuatan kuantitatif hasil pengukuran adalah skor-skor yang diperoleh melalui pengukuran, seperti skor tes prestasi belajar, skor skala motivasi, skor timbangan, dan semacamnya.[7]
b.      Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan cara menganalisis data penelitian, termasuk alat-alat statistik yang relevan untuk digunakan dalam penelitian.[8] Dalam hal teknik analisis data, penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif juga memiliki beberapa perbedaan. Dalam analisis data kuantitatif, teknik analisis datanya sangat bervariasi tergantung kepada tujuan penelitian, hipotesis  penelitian, dan jenis data yang diperoleh. Teknik statistik dengan menggunakan peranti lunak komputer sering kali digunakan untuk mempermudah peneliti dalam melakukan analisis data karena bentuk data yang berupa angka, lebih bersifat universal, bebas budaya (culture free), dan lebih objektif serta tidak bermakna ganda.[9] Dalam teknik analisis data menggunakan statistik, terdapat dua macam statistik yang digunakan pada data kuantitatif, yaitu statistik deskriptif dan inferensial.
1.            Statistik Deskriptif
Adalah bidang statistik yang berhubungan dengan metode pengelompokan, peringkasan, dan penyajian data dalam cara yang lebih informatif. Pada statistik jenis ini kita melakukan teknik statistik yang berhubungan dengan penyajian data statistik dalam bentuk gambaran angka-angka.[10] Yang termasuk dalam statistik deskriptif antara lain distribusi frekuensi, distribusi persen dan pengukuran tendensi sentral.

1.      Analisis sebelum di lapangan
Penelitian kualitatif telah melakukan analisis data sebelum peneliti memasuki lapangan. Analisis dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti masuk dan selama di lapangan.
2.      Analisis selama di lapangan model Miles and Huberman
Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneiti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu sehingga diperoleh data yang dianggap kredibel. Miles and Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification

a.        Data Reduction (Reduksi Data)
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, makin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan makin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
b.        Data Display (Penyajian Data)
Setelah data di reduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Kalau dalam penelitian kuantitatif penyajian data ini dapat dilakukan dalam bentuk tabel, grafik, phie chard, pictogram dan sejenisnya. Melalui penyajian data tersebut, maka data terorganisasikan, tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah difahami.
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif.
c.        Conclusion Drawing/verification
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif  adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.[15]
c.       Langkah-langkah Analisis Data
Menurut Sukardi (2003), ada beberapa langkah yang perlu dilalui agar proses analisis menjadi lebih terarah, yakni skoring, tabulasi, mendeskripsikan data, dan melakukan uji statistika.

a.          Skoring
Skoring adalah pemberian nilai pada setiap jawaban yang dikumpulkan peneliti dari instrumen yang telah disebarkan. Setiap item pertanyaan  yang dimunculkan pada instrumen dikuantifikasikan dalam bentuk angka. Misalnya, pada saat angket disebarkan aternatif jawaban yang diberikan  masih berupa kualitatif, maka pada tahap ini harus dikuantifikasikan. Pada tahap ini peneliti memberikan nilai atau bobot pada setiap alternatif jawaban
b.          Tabulasi
Setelah tahap skoring, hasilnya ditransfer dalam bentuk yang lebih ringkas dan mudah dilihat. Mencatat skor secara sistematis akan memudahkan pengamatan data yang diperoleh. Apabila analisis data membandingkan dua kelompok, maka data ditempatkan dalam kolom yang berbeda. Dengan menggunakan prinsip tabulasi ini, seorang peneliti akan dapat menentukan arah selanjutnya teknik analisis apa yang diperlukan, tergantung pada tujuan analisis data yang hendak dicapai.
c.           Mendeskripsikan data
     Mendeskripsikan data adalah menggambarkan data yang ada guna memperoleh bentuk nyata dari responden, sehingga lebih dimengerti oleh peneliti atau seseorang yang tertarik dengan hasil penelitian yang dilakukan. Analisis data yang paling sederhana dan sering digunakan oleh peneliti atau pengembang adalah menganalisis data yang ada dengan menggunakan prinsip-prinsip deskriptif. Dengan menganalisis secara deskriptif dapat mendeskripsikan data secara lebih ringkas, sederhana, dan lebih mudah dimengerti.  
d.           Melakukan uji statistika
Uji statistika atau analisis inferensial merupakan pengolahan data yang diperoleh dengan menggunakan rumus-rumus atau aturan-aturan yang berlaku, sesuai dengan pendekatan penelitian atau desain yang diambil. Penggunaan rumus atau aturan-aturan tersebut hendaknya mampu mengukur dan sesuai dengan tujuan atau hasil penelitian yang ingin peneliti capai

d.       Analisis Penelitan
Di dalam sebuah penulisan karya ilmiah yang berdasarkan data-data penelitian, analisis data merupakan suatu hal yang harus dijabarkan oleh penulis. Karena tujuan pokok dari suatu penelitian adalah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Dan untuk mencapai tujuan pokok tersebut, peneliti harus dapat melakukan proses pengolahan data dan menganalisis data tersebut. Analisis data merupakan salah satu langkah terpenting dalam sebuah penelitian, karena merupakan cara berfikir agar memperoleh temuan-temuan yang di hasilkan dari sebuah penelitian.
Dalam melakukan analisis dalam sebuah penelitian, peneliti perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai teknik-teknik dan langkah-langkah dalam menganalisis data yang harus di lakukan agar proses analisis lebih terarah. Begitu pula dalam melakukan analisis data, peneliti memerlukan usaha yang sangat perlu untuk di implementasikan yakni pemikiran para peneliti. Selain melakukan analisis data,  peneliti juga perlu menguasai akan kepustakaan yang berguna untuk mengkonfirmasikan adanya teori baru yang barangkali dapat ditemukan. Setelah data dianalisa, hasil-hasilnya harus diinterpretasikan untuk mencari makna dan implikasi yang lebih luas dari hasil-hasil penelitian.












BAB III
PENUTUP

-          Kesimpulan
Analisis data merupakan  proses mengorganisasikan dan mengurutkan data ke dalam pola, kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema dan dapat dirumuskan hipotesis kerja seperti yang didasarkan oleh data. Dalam rangka analisis dan interpretasi data, perlu dipahami tentang keberadaan data itu sendiri. Secara garis besar, keberadaan data dapat digolongkan ke dalam dua jenis, yaitu : data bermuatan kualitatif dan data bermuatan kuantitatif
Teknik analisis data ada dua, yaitu teknik analisis data kuantitatif dan teknik analisis data kualitatif yaitu teknik analisis data kuantitatif dengan menggunakan statistik, meliputi statistik deskriptif dan inferensial. Statistik inferensial meliputi statistik parametris dan non parametris. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dari sebelum penelitian, selama penelitian, dan sesudah penelitian yang meliputi analisis sebelum di lapangan, teknik analisis selama di lapangan model Miles dan Huberman dan teknik analisis data menurut Spradley. Dan terdapat pula langkah – langkah yang perlu dilalui agar proses analisis menjadi lebih terarah, yakni skoring, tabulasi, mendeskripsikan data, dan melakukan uji statistika.













DAFTAR PUSTAKA

Dey, Ian. 1995. Qualitative Data Analysis, New York: RNY.

Herdiansyah, Haris. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif Untuk Ilmu-ilmu Sosial, Jakarta : Salemba Humanika.

Noor, Juliansyah. 2012. Metodologi Penelitian, Jakarta : Kencana.

Santosa, Purbayu Budi  dan Ashari. 2005. Analisis Statistik dengan Microsoft Excel dan SPSS,Yogyakarta : Andi.

Subagyo, Joko. 2011. Metode Penelitian Dalam Teori & Praktik, Jakarta : Rineka Cipta.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D,Bandung : Al


Posting Komentar untuk "MAKALAH TENTANG PENELITIAN PENDIDIKAN "