SKRIPSI KONSEP KARANGAN NARASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE



BAB I
PENDAHULUAN


A.    Latar Belakang Masalah

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum oprasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. Sesuai dengan amanat peraturan pemerintah republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 bahwa Kurikulum Tingkat satuan pendidikan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah mengacu pada standar isi dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan dari Badan Standar Nasional Pendidikan.
Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidiakn nasional. Tujuan pendidikan dasar adalah meletakan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidum mandiri dan mengikuti pendidiakan lebih lanjut. 
Dalam kemendiknas No.23 Tahun 2006 Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap pengeahuan dan keterampilan (Depdiknas 2008:57). Standar Kompetensi Lulusan Satuan pendidiakan Dasar dan Menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik. Berdasarkan Peraturan Pemerintah dan Kepmendiknas tersebut tentunya dilakukan peningkatan mutu pendidikan salah satunya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar menetapkan kompetensi keterampilan berbahasa yang dikuasai siswa, yaitu keterampilan menyimak, berbicara, menulis dan membaca. 
Pada pembelajaran menulis karangan narasi di kelas IV SDN Binturu Kecamatan Kelua tahun ajaran 2009/2010 belum menghasilkan hasil belajar yang maksimal, bahkan nilainya masih dibawah standar minimal dari 25 orang siswa hanya 8 orang yang mendapat nilai yang memenuhi standar 65. Jadi sekitar 32 % siswa yang berhasil dan sisanya sebanyak 68 % siswa yang belum berhasil dan berdasarkan hasil evaluasi pada tahun ajaran 2010/2011 juga belum menghasilkan hasil belajar yang maksimal, dari 29 siswa hanya 10 orang saja yang mendapatkan nilai sesuai dengan standar ketuntasan yang telah ditetapkan yaitu 65. Jadi hanya 35% siswa yang berhasil sedangkan sisanya 65% siswa masih memperoleh nilai dibawah standar ketuntasan belajar.
Cara penyampaian konsep pembelajaran di sekolah dasar cenderung tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Meskipun tidak dapat disanggah bahwa murid sudah mendapat LKS tetapi bukan berasal dari guru sendiri. Penelitian ini dibuat karena banyaknya permasalahan yang terjadi di IV SDN Binturu Kecamatan Kelua ini seperti siswa kurang termotivasi untuk belajar, merasa malu untuk bertanya dan kurang memperhatikan pelajaran. Kemungkinan hal ini terjadi karena siswa merasa jenuh dengan metode ceramah yang diterapkan oleh guru, suasana belajar yang serius, dan pembelajaran yang bersifat satu arah.
Berdasarkan hasil tersebut, peneliti merasa tertarik untuk mencoba mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa pada materi menulis karangan narasi di kelas IV SDN Binturu Kecamatan Kelua dengan menggunakan Model Pembelajaran Picture and Picture.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.      Apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas IV dalam konsep menulis karangan narasi melalui model pembelajaran Picture and Picture di kelas IV SDN Binturu Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong?
2.      Apakah terdapat peningkatan aktivitas siswa dalam mempelajar konsep menulis karangan narasi dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture?
3.      Bagaimana aktivitas guru dalam melaksanakan model pembelajaran Picture and Picture pada konsep menulis karangan narasi?

C.    Rencana Pemecahan Masalah
Adapun rencana pemecahan masalah yang akan ditempuh adalah sebagai berikut . Menurut Solikhin (2009), langkah-langkah model pembelajaran Picture and Picture adalah:
1.      Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
2.      Menyajikan materi sebagai pengantar
3.      Guru menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi
4.      Guru menunjuk/memanggil siswa secara bergantian memasang/mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis
5.      Guru menanyakan alasan/dasar pemikiran urutan gambar tersebut
6.      Dari alasan/urutan gambar tersebut guru memulai menamkan konsep/materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai.
7.      Kesimpulan/rangkuman

D.    Tujuan Penelitian
1.      Untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan hasil belajar siswa kelas IV dalam konsep menulis karangan narasi melalui model pembelajaran Picture and Picture di kelas IV SDN Binturu Kecamatan Kelua Kabupaten Tabalong?
2.      Untuk megetahui apakah terdapat peningkatan aktivitas siswa dalam mempelajar konsep menulis karangan narasi dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture?
3.      Untuk megetahai peningkatan aktivitas guru dalam melaksanakan model pembelajaran Picture and Picture pada konsep menulis karangan narasi.





E.     Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi peneliti, siswa, guru dan sekolah antara lain :
1.      Bagi peneliti
Agar memiliki pengetahuan yang luas tentang model picture and picture dan memiliki keterampilan untuk menerapkannya khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
2.      Bagi siswa
Diharapkan dengan selalu aktif siswa mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia  akan berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa khususnya pada menulis karangan narasi.
3.      Bagi guru
Diharapkan melalui hasil penelitian ini guru akan mengetahui model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Selain itu guru dapat memperbaiki dan meningkatkan kinerja dan profesionalnya sebagai guru.
4.      Bagi sekolah
Sebagai masukan dalam rangka memperbaiki kegiatan pembelajaran dan hasil belajar Bahasa Indonesia di sekolah
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A.    Kerangka Teori
1.    Pengertian belajar
Pengertian belajar yang dikemukakan para ahli tidak selalu sama. Hal ini disebabkan oleh perbedaan sudut pandang dari para ahli tersebut. Tetapi perbedaan tersebut tidak mengakibatkan adanya pertentangan, melainkan sebagai saling melengkapi dan menunjukkan luasnya aspek yang dibahas yang erat hubungannya dengan belajar. Belajar merupakan sebuah usaha manusia untuk membangun pola pikirnya agar berubah dari arah lama menuju ke arah yang lebih maju.
“Belajar merupakan suatu upaya untuk memperoleh penguasaan kognitif, afektif, dan psikomotor melalui proses interaksi antara individu dan lingkungan” (Komaruddin dan Tjuparmah, 2000 : 28).
Menurut Cronbach (Djamarah, 2002 : 13) “belajar sebagai suatu aktivitas yang ditunjukkan oleh perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman”. Juga menurut Howard (Djamarah, 2002 : 13) “belajar adalah proses di mana tingkah laku (dalam arti luas) ditimbulkan atau diubah melalui praktek atau latihan”. Ditambahkan lagi oleh Sardiman (2007 : 20) bahwa “belajar itu senantiasa merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan, dengan serangkaian kegiatan misalnya dengan membaca, mengamati, mendengarkan, meniru dan lain sebagainya”.
Menurut Aqib (2002 : 43) “belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia. Apabila setelah belajar tidak terjadi perubahan dalam diri manusia, maka tidaklah dapat dikatakan bahwa padanya telah berlangsung proses belajar”.
Hamalik (2001 : 30) mengemukakan bahwa “bukti dari  seseorang yang telah belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku dalam aspek-aspek tertentu seperti pengetahuan, pengertian, kebiasaan, keterampilan, apresiasi, emosional, hubungan sosial, jasmani, etis atau budi pekerti dan sikap”.
Berikut ini ada beberapa teori belajar menurut para ahli (Budiningsih, 2005 : 21-23) :
a.    Menurut Thorndike.
Belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus yaitu apa saja yang dapat merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera.
b.    Menurut Watson.
Belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat dikukur.
c.    Menurut Skinner.
Belajar adalah hubungan antara stimulus dan respon yang terjadi melalui interaksi dalam lingkungannya, yang kemudian digambarkan oleh para tokoh sebelumnya.
Berdasarkan definisi mengajar di atas dapat disimpulkan bahwa mengajar merupakan suatu proses, yaitu proses pengorganisasian lingkungan disekitar siswa, agar tercipta lingkungan belajar yang kondusif yang memungkinkan terjadinya proses belajar untuk mencapai tujuan yang optimal.

Silahkan Download  SKRIPSI FULL
 Terima kasih, semoga sukses



4 komentar untuk "SKRIPSI KONSEP KARANGAN NARASI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE"

  1. Sangat membantu, salam dari kami
    Santridollar.blogspot.com

    BalasHapus
  2. Semangat gan,salam dari www.fajaryusuf.com

    BalasHapus
  3. semangat yang lagi skripsi :
    kunjungi juga blog saya di https://allhackercommunity.blogspot.com/

    BalasHapus
  4. Ane copy buat bahan bacaan istri yang mau susun skripsi yoo min

    BalasHapus